PENERAPAN MODEL SELF-CARE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI SECARA MANDIRI PADA PASIEN HALUSINASI DI RSKD DADI PROVINSI SULAWESI SELATAN

.

Authors

  • Adalvina S. Pirusu Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia
  • Rusli Abdullah Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia
  • Basmalah Harun Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia
  • Ricky Zainuddin Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia

Keywords:

Pasien halusinasi, Kemampuan perawatan diri secara mandiri, Model self-care

Abstract

Latar Belakang: Pasien halusinasi pendengaran, cenderung mengalami defisit perawatan diri akibat gangguan persepsi yang mengalihkan perhatian mereka dari kebutuhan dasar yang dapat memperpanjang masa perawatan. Tujuan: Mengetahui penerapan model self-care dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri secara mandiri pada pasien halusinasi di RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Metode: Studi kasus pendekatan deskriptif pada dua subjek yang mengalami halusinasi pendengaran disertai defisit perawatan diri. Kedua subjek diterapkan model self-care selama tiga hari (24 s/d 26 April 2025). Penilaian tingkat kemandirian pasien dilakukan sebelum dan setelah intervensi, kemudian data dianalisis secara dektiptif. Hasil: Setelah intervensi selama tiga hari, terjadi peningkatan skor kemandirian pada kedua subjek yang diukur menggunakan Instrumen Barthel Index yang terlihat pada hari pertama sebelum intervensi skor kemandirian kedua subjek adalah 85 (kategori sedang), namun pada hari ketiga setelah itervensi skor kemandirian pada subjek I meningkat menjadi 95, sementara subjek II skor meningkat menjadi 100. Meskipun demikian, ditemukan kesenjangan peningkatan skor, dimana subjek II peningkatan skor di hari pertama dan ketiga lebih tinggi dibandingkan subjek I yang disebabkan karena perbedaan kesiapan psikologis, fungsi kognitif, dan motivasi pasien. Kesimpulan: Penerapan model self-care dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien halusinasi dalam melakukan perawatan diri secara mandiri.

References

Afifah, N., & Mardiyanti, E. (2023). Hubungan faktor psikologis dengan kemandirian perawatan diri pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6(1), 45–51.

Dinas Kesehatan Kota Makassar. (2023). Profil kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020. Dinkes Kota Makassar.

Evriani, C., Saputri, R. A., Reginanda, B., Putri, T. A., Alfiansyah, F., & Direja, A. H. S. (2023). Pengaruh penerapan aktivitas mandiri: Upaya perawatan ODGJ defisit perawatan diri di Desa Talang Empat, Bengkulu Tengah. Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia.

Handayani, H., Hasanah, U., & Fitri, N. L. (2025). Implementasi personal higiene terhadap defisit pasien defisit perawatan diri. Jurnal Cendikia Muda, 5(1), 114. https://doi.org/10.1234/jcm.v5i1.114

Hardianto, R., & Wibowo, T. (2023). Pola tidur dan pengelolaan pengobatan mandiri pada pasien perawatan jiwa. Jurnal Keperawatan Profesional, 5(2), 99–107.

Herawati, N., & Afconneri, Y. (2020). Perawatan diri pasien skizofrenia dengan halusinasi. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(1), 9–20.

Indriani, B., Fitri, N. L., & Utami, I. T. (2021). Pengaruh penerapan aktivitas mandiri: Kebersihan diri terhadap kemandirian pasien defisit perawatan diri di ruang Kutilang RSJ Daerah Provinsi Lampung. Jurnal Cendikia Muda, 1(3), 382–389.

Kaghoo, N., Massa, K., & Mangundap, L. Y. (2024). Defisit perawatan diri pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 3(2).

Lestari, A., & Suryani, E. (2022). Dampak stigma sosial terhadap perawatan diri pasien gangguan jiwa. Jurnal Psikiatri Nusantara, 4(2), 77–84.

Mislika. (2020). Halusinasi sebagai gangguan persepsi pada pasien skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia, 3(2), 115–122.

Nasrah, Rusli Abdullah, Basmalah Harun, & Ekayanti H. A. (2024). Implementasi terapi menghardik pasien halusinasi pendengaran dalam mengontrol halusinasinya di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Madising na Maupe, 2(2), 197–203.

Nissa, K., Badar, B., & Kadir, A. (2023). Asuhan keperawatan jiwa dengan masalah utama defisit perawatan diri di ruang Punai RSUD Atma Husada Mahakam Samarinda.

Nurjannah, S., & Fajri, L. A. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian self-care pada pasien gangguan jiwa. Prosiding Seminar Nasional Keperawatan, 2(1), 142–149.

Putra, H. Y., Rinaldi, M., & Andayani, T. (2024). Pengaruh efek samping obat terhadap kemandirian pasien halusinasi. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 5(1), 11–19.

Rahayu, R., Sari, E. D., & Wahyuni, T. (2021). Peran perawat dalam meningkatkan self-care pasien gangguan jiwa melalui evaluasi berkala. Jurnal Keperawatan Nusantara, 4(2), 78–85.

Ruswadi, I., Suryani, E., & Kusnanto. (2021). Keperawatan kesehatan jiwa: Teori dan aplikasi praktik klinik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Suharto, A., Lestari, P., & Widodo, S. (2023). Indikator kemandirian self-care pada pasien skizofrenia di RSJ Surakarta. Jurnal Keperawatan Nusantara, 6(2), 112–119.

Wijaya, H., & Fauziah, D. (2022). Insight pasien skizofrenia terhadap perawatan diri: Studi kasus. Jurnal Ilmu Keperawatan Mental, 3(1), 28–35.

World Health Organization. (2023a). Addressing mental health in Indonesia. WHO Regional Office for South- East Asia. https://www.who.int/publications-detail-redirect/9789290210184

World Health Organization. (2023b). Mental health conditions in the WHO South-East Asia Region. WHO Regional Office for South-East Asia. https://www.who.int/publications-detail-redirect/9789290210788

Zainuddin, A., Hashari, H., & Hidayah, S. (2022). Keperawatan jiwa: Konsep dan aplikasi dalam praktik. Makassar: Pustaka As-Salam

Downloads

Published

2025-12-28

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>