IMPLEMENTASI LATIHAN BATUK EFEKTIF DIKOMBINASI DENGAN SLOW DEEP BREATHING UNTUK MENGELUARKAN SECRET PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA MAKASSAR

Authors

  • Nur Atirah Ramadani Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia
  • Rusli Abdullah Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia
  • Ricky Zainuddin Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia
  • Basmalah Harun Program Studi D-III Keperawatan STIK Makassar, Indonesia

Keywords:

Pneumonia, Latihan batuk efektif, Slow deep breathing, Pengeluaran secret

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan invasi saluran pernafasan bagian bawah, dibawah laring oleh pathogen baik secara inhalasi, aspirasi, invasi epitel saluran pernafasan atau peyebaran dari darah. Tujuan: Untuk mengetahui implementasi latihan batuk efektif dikombinasi dengan slow deep breathing untuk mengeluarkan secret pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Metode: Pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada dua orang pasien dengan diagnosa pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Kedua pasien diberikan latihan batuk efektif dikombinasi dengan slow deep breathing selama 5-10 menit. Indikator yang menjadi penilaian adalah ada/tidaknya sianosis, frekunesi napas dan jumlah secret. Hasil: Pada hari pertama sebelum intervensi, kedua responden sama-sama mengalami sianosis, namun frekuensi napas pada responden I 29 x/menit dan jumlah secret dikeluarkan 15 ml, sementara responden II frekuensi napas 27 x/menit, dan jumlah secret dikeluarkan 8 ml. Sedangkan pada hari ketiga, sianosis sudah tidak ditemukan pada kedua responden baik sebelum maupun setelah intervensi, frekuensi napas kedua responden 22 x/menit, namun jumlah secret dikeluarkan berbeda yaitu 23 ml pada responden I dan pada responden II 24 ml.  Kesimpulan: Implementasi latihan batuk efektif dikombinasi dengan slow deep breathing dapat membantu pasien pneumonia mengurangi jumlah secret dan pernafasan yang normal.

References

Abdjul, R. L., & Herlina, S. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dewasa Dengan Pneumonia : Study Kasus. 2(2), 102–107.

Agustina, D., Pramudianto, A., & Novitasari, D. (2022). Implementasi Batuk Efektif Pada Pasien Pneumonia Dengan. Jurnal Keperawatan Merdeka (JKM), 2(1), 30–35.

Andini Purwaningsih, Tri Nataliswati, & Sulastyawati. (2023). Pengaruh kombinasi posisi postural drainase dan batuk efektif terhadap pengeluaran Sputum Dan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Asma Bronkial Di Ruang Bromo Rsud Grati Pasuruan. Hospital Majapahit (jurnal ilmiah kesehatan politeknik kesehatan majapahit mojokerto), 15(1), 71–82. https://doi.org/10.55316/hm.v15i1.848

Apriansah, M. A. (2022). Kejadian Kasus Pneumonia Pada Pasien Anak Dengan Covid-19 Yang Dirawat Di Ruang Isolasi RSUD Dr. Raden Soedjono. Unram Medical Journal, 11(2), 838–841. https://doi.org/10.29303/jku.v11i2.709

Arianti, E. R. (2019). Hubungan Lanjut Usia Dengan Kejadian Pneumonia Komunitas Di RSUD Provinsi NTB Tahun 2019. In Universitas Islam Negeri .

Ayu, R., Putri, A., & Novitasari, D. (2022). Latihan Batuk Efektif Pada Pasien Dengan Pneumonia. Jurnal Sehat Mandiri, 17.

Bangsa, H., Selatan, A., & Anak-anak, S. (2022). pasien pneumonia di rsud ajibarang case study of in effective airway cleaning on pneumonia patients in ajibarang hospitaL Ken Utari Ekowati 1 , Hernowo Budi Santoso 2 , Tri Sumarni 3 muncul pada pasien dengan pneumonia menjadi Keperawatan Indonesia untuk . 10, 10–19.

Creswell, J. W. (2013). Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih Diantara Lima Pendekatan. Pustaka Pelajar.

Dokter, P., & Indonesia, P. (2020). Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia 2020) 2.1.2. 1–25.

Gabriellyn Sura Pongsibidang, M. A. A. (2020). Gambaran Karakteristik Pasien Pneumonia pada Anak yang Dirawat Inap di Rumah Sakit Khusus Daerah Ibu dan Anak Pertiwi. Gabriellyn, 2016.

Hasmar, W., Indrawati, I., Fisioterapi, P. S. D., & Keperawatan, P. S. D. (2022). Edukasi Slow Deep Breathing pada Penderita Hipertensi di Kelurahan Kasang Kumpeh. 4(2), 201–208. https://doi.org/10.36565/jak.v4i2.311

Himmah, N. A., Gamar, G., & Multazam, A. (2023). Penyuluhan Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Hipertensi Pada Komunitas Lansia Di Posyandu Bandulan Kota Malang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 7(1), 52–56. https://doi.org/10.36341/jpm.v7i1.3542

Kesehatan Masyarakat, J., Arista Fausiah, A., Pandu Wiriansya, E., Diyana Kartika, I. K., & Anggita, D. (2024). peran rasio netrofil dan limfosit dalam membedakan tuberkulosis paru dan pneumonia di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tahun 2022-2023. 8(1).

Lestari, E. D., Umara, A. F., & Immawati, S. A. (2020). Effect of Effective Cough on Sputum Expenditure in Pulmonary Tuberculosis Patients. Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI], 4(1), 1. https://doi.org/10.31000/jiki.v4i1.2734

Moleong, L. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosdakarya.

Natalia, L., & Sembiring, B. (2023). Senam Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Darah Tinggi di Posbindu Lansia Kampung Sereh Papua. 3(1), 22–28.

Noor, T. R., & Monita, E. (2022). Efisiensi Alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pada Masa Pandemi Covid-19. JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan), 6(1). https://doi.org/10.26740/jdmp.v6n1.p51-58

Nursalam. (2015). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Peni Puji Lestari (ed.); 4th ed.). Salemba Medika.

Putri, R. I., & Nurhidayati, T. (2022). Penerapan slow deep breathing dan dzikir terhadap tingkat kecemasan penderita hipertensi pada lansia.

Putri, R. M., & Hasan, H. (2014). Tinjauan Imunologi Pneumonia pada Pasien Geriatri. Cdk-212, Vol. 41(1), 14–18.

Ramelina, A. S., & Sari, R. (2022). Pneumonia pada Perempuan Usia 56 Tahun: Laporan Kasus. Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta, 712–719.

Sholekah, A. T., Imamah, I. N., & Sutarto, A. (2023). Penerapan Terapi Tiup Super Bubbles Pada Anak Usia Pra Sekolah Penderita Pneumonia Di RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jurnal OSADHAWEDYAH, 1(3), 231–237.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Tindakan Komprehensif (Untuk Perbaikan Kinerja dan Pengembangan Ilmu Tindakan) (1 Cet 1). Alfabeta.

Suprayitna, M., Asrianti, M., & Arifin, Z. (2022). Penerapan Batuk Efektif Pada Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Penderita Asma Bronkhial. Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram, 12(1), 25–32. https://doi.org/10.57267/jisym.v12i1.157

Thalib, A. H., & St. Arisah. (2023). Penerapan Manajemen Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Sebagai Terapi Kepatenan Jalan Nafas Pada Pasien Dengan Penyakit Pneumonia Di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rs TK II Pelamonia. Jurnal Mitrasehat, 12(2), 262–272. https://doi.org/10.51171/jms.v12i2.334

Utama, B. T. F., & Triana, N. Y. (2023). Pengaruh Fisioterapi Dada Pada Anak Dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Kasus Pneumonia. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(3), 903–910.

Utami, M. P. S., Taukhit, T., & Mustafsiroh, N. (2023). Penerapan Latihan Batuk Efektif untuk Mengeluarkan Sputum pada Pasien Pneumonia Lobaris Superior Dextra. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 2110–2116. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.6369

Wasis. (2008). Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat. EGC.

Downloads

Published

2025-12-28

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>