PENERAPAN AKTIVITAS FISIK (BERJALAN KAKI) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH KOTA MAKASSAR
Keywords:
Lansia, Hipertensi, Aktivitas fisik, Berjalan kakiAbstract
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kronis dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg yang sering tanpa gejala. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan bila tidak ditangani dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, gagal ginjal, serta kerusakan pembuluh darah.ujuan: Mengetahui penerapan aktivitas fisik (berjalan kaki) terhadap penurunan tekanan darah pada pasien lansia dengan hipertensi. Metode: Desain yang digunakan adalah deskriptif studi kasus yang dilakukan pada dua responden selama tiga hari. Intervensi yang diberikan pada kedua subjek adalah penerapan aktivitas fisik (berjalan kaki), yang dilakukan selama tiga kali kunjungan dengan durasi 20 menit setiap pertemuan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Setelah penerapan aktivitas berjalan kaki pada lansia dengan durasi 20 menit dengan jarak 500-700 meter ditemukan penurunan tekanan darah pada kedua subjek. Pada subjek I penurunan tekanan darah dihari ketiga diamati pada tekanan dastole yaitu 10 mmHg, sementara pada subjek II penurunan tekanan darah diamati pada systole dan diastole yaitu 10/10 mmHg. Kesimpulan: Penarapan aktivitas fisik (berjalan kaki) selama 20 menit dalam sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah pada lansia
References
Aini, U., Idrus, S., & Jumail, M. (2021). Potensi Pengembangan Destinasi Pantai Impos di Kabupaten Lombok Utara. Journal Of Responsible Tourism, 1(2), 103–118.
D. R. Sari & Palupi. (2024). Penerapan Terapi Jalan Kaki 20 Menit Terhadap Penurunn Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Sukomangu. 4.
Dewanto, N. E. F., Susilo, M. F. P., Ramadhani, K. R., Gunaidi, F. C., & Destra, E. (2025). KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT BERUPA SKRINING OBESITAS DAN HIPERTENSI PADA SISWA SMA KALAM KUDUS II JAKARTA. Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 160–166.
Eliani, N. P. A. I., Yenny, L. G. S., & Sukmawati, N. M. H. (2022). Hubungan Aktivitas Fisik Sehari-hari dengan Derajat Hipertensi pada Pra Lansia dan Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Timur. Aesculapius Medical Journal, 2(3), 188–194.
Istiqomah, A. N., & Sari, D. K. (2023). Penerapan jalan kaki dua puluh menit terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Desa Dukuh Jati. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 1(4), 270–280.
Nur, H. A. (2024). Implementasi foot massage untuk mengontrol tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan Indonesia, 4(1), 23–31.
Raudhoh, S., & Pramudiani, D. (2021). Lansia asik, lansia aktif, lansia poduktif. Medical Dedication (Medic): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA, 4(1), 126–130.
Rohimah, S., & Dewi, N. P. (2022). Jalan kaki dapat menurunkan tekanan darah pada lansia. Healthcare Nursing Journal, 4(1), 157–167.
salma. (2023). tanda dan gejala hipertensi pada lansia. 1–23.
Wirakhmi, I. N. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Hipertensi Pada Lanjut Usia di Puskesmas Kutasari. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 7(1), 61–67. https://doi.org/10.52643/jukmas.v7i1.2385
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurlela Bilale, Nurhayati, Magdalena Limbong, Nurbaiti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




