IMPLEMENTASI TEKNIK BATUK EFEKTIF UNTUK BERSIHAN JALAN NAFAS PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KOTA MAKASSAR
Keywords:
Tuberkulosis paru, Teknik batuk efektif, Bersihan jalan nafasAbstract
Latar Belakang: TB paru merupakan suatu penyakit infeksi kronis disebabkan infeksi mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar melalui udara. Gejala paling umum yang sering ditemukan pada pasien TB paru adalah bersihan jalan nafas tidak efektif. Tujuan: Mengetahui implementasi teknik batuk efektif untuk bersihan jalan nafas pada pasien TB paru di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar. Metode: Pendekatan deskriptif yang dilakukan pada dua orang pasien tuberkulosis paru yang memenuhi kriteria inklusi. Kedua pasien diberikan intervensi teknik batuk efektif selama tiga hari dengan durasi 7-10 menit. Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: Pada hari pertama sebelum intervensi, kedua responden susah mengeluarkan sekret, terlihat otot bantu nafas, mengalami dispnea, terdengar bunyi nafas tambahan (ronkhi), frekuensi nafas responden pertama 26 x/menit dan responden kedua 26 x/menit. Namun setelah intervensi selama tiga hari, kedua responden diamati sudah mampu mengeluarkan secret dengan mudah, suara nafas tambahan tidak ada, dispnea berkurang, frekuensi nafas menurun menjadi 18 x/menit, dan pola nafas normal. Kesimpulan: Implementasi batuk efektif dapat membantu membersihkan jalan nafas pada pasien tuberkulosis paru.
References
Arianta. (2018). Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pasien PPOK Di RSUD Sanglah Denpasar.
Diantara, L. B., Hasyim, H., Septeria, I. P., Sari, D. T., Wahyuni, G. T., & Anliyanita, R. (2022). Tuberkulosis Masalah Kesehatan Dunia: Tinjauan Literatur. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 78–88. https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.855
Dita P. (2019). Asuhan Keperawatan pada pasien Tuberculosis Paru di Ruang Seruni Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Repository Poltekkes Kaltim, 142. http://repository.poltekkes- kaltim.ac.id/285/1/Untitled.pdf, 142. http://repository.poltekkes- kaltim.ac.id/285/1/Untitled.pdf
Linda, W., & Yusnaini, S. (2015). Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Kampung Bugis Tanjung Pinang. Jurnal Keperawatan, 5(1), 27–34. https://jurnal.stikesht- tpi.ac.id/index.php/jurkep
Mardiono, S. (2013). Pengaruh Latihan Batuk Efektif Terhadap Frekuensi Pernafasan Pasien TB Paru. Pengaruh Latihan Batuk Efektif Terhadap Frekuensi Pernafasan Pasien TB Paru, 1(2), 224–229.
Pramasari, D. (2019). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Tuberculosis Paru Di Ruang Seruni Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Repository Poltekkes Kaltim,
Puspitasari, F., Purwono, J., & Immawati. (2021). Implementation of Effective Cough Techiques to Overcome Cleaning Problems in Effective Breach. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 230–235.
Rahman, I. A. (2022). Penatalaksanaan Batuk Efektif Akibat Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11, 323–329. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i2.762
WHO. (2022). Tuberculosis (1ed.). WHO. https://www.who.int/indonesia/news/events/tb-day/tb-day-2023
Kemenkes, RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020.
Pranowo. (2012). Efektifitas Batuk Efektif dalam Pengeluaran Sputum untuk Penemuan BTA pada Pasien TB Paru di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. 2012
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nor Auliana Sari, La Ode Nuh Salam, Sanghati, Yantimala Mahmud

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




